Visi & Misi

Visi
Menjadikan siswa berakhlak karimah, berprestasi akademik optimal.

Misi
Menjadikan lembaga pendidikan Islam yang layak dan mudah di contoh.

Dengan senantiasa meneladani Rasulullah Saw, mari tingkatkan terus semangat berbudi sekaligus berprestasi internasional

Kamis, 11 Maret 2010

Mogok? Tidak Lagi!

Sugeng *)
Suasana isak tangis mewarnai sepanjang koridor kelas 1. Anak-anak kelas 1 umumnya sering menangis alias mogok sekolah sudah menjadi pemandangan sehari-hari di SD Al Hikmah. Sifat kekana-kanakan masih begitu lekat pada diri masing-masing. Maklum, pada masa ini adalah masa peralihan anak-anak kita dari TK ke SD. Mereka sering minta diantar orang tuanya ke sekolah hingga menjelang pulang. Kebiasaan ini masih berlanjut ketika anak-anak sudah memasuki jenjang SD kelas 1. Kalau keinginannya tidak dipenuhi, tahu sendiri akibatnya mereka akan menangis dan mogok sekolah. Itulah sekilas gambaran bagaimana anak-anak kita di semester satu dulu.
Alhamdulillah di semester dua ini kejadian itu teratasi dengan baik. Artinya, anak-anak kita kelas 1 sudah tidak mogok lagi datang ke sekolah, bahkan mereka sudah tidak ingin diantar orang tua dan ditunggui di kelas. Mereka lebih mandiri datang ke sekolah. Anak-anak dapat mengenal lebih jauh suasana di sekolah, khususnya di kelas masing-masing. Setelah melewati beberapa minggu bahkan bulan, anak-anak kita akhirnya secara perlahan dapat berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah. Di sekolah mereka dapat belajar dan bermain bersama dalam suasana yang menyenangkan. Sebenarnya, penyebab anak-anak kita kelas 1 mogok sekolah antara lain:
1.    Suasana di rumah lebih enak dan nyaman, bias lebih bebas atau leluasa bermain sesuka mereka.
2.    Ada kejadian yang tidak mengenakkan di sekolah, sehingga mereka takut dating ke sekolah.
3.    Jenuh dengan rutinitas di sekolah, PR, belajar sampai sore, dll.
4.    Menghadapi lingkungan baru.
5.    Takut berpisah dengan orang tua.     

Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengantisipasi anak mogok sekolah yaitu:
1.    Mengajak anak kita berbicara dari hati ke hati. Artinya, kita sebagai orang tua hendaknya bicara secara halus dengan anak kita sebab-sebab dia tidak mau berangkat ke sekolah.
2.    Amati perilaku anak kita sebelum mogok sekolah, apakah ia murung atau takut ke sekolah dengan penyebab tertentu.
3.    Orang tua hendaklah sering-sering berkomunikasi dengan guru, terutama wali kelas masing-masing untuk melihat perkembangan anaknya di sekolah.
4.    Doronglah anak kita untuk menghadapi ketakutan.





*) Guru SDBI AL Hikmah Surabaya

Tidak ada komentar:

kontak via email : sdalhikmah@gmail.com